Monday, November 20, 2006

MENIPISNYA BUDAYA "LOMAN"



Sebelum memberikan sambutannya, Rektor, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A. mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada keluarga besar IAIN Walisongo, terutama kepada para sesepuh dan pendiri IAIN Walisongo. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan rektor kepada hadirin dan Dra. Hj. Munawarah Thawaf, M.Ag. yang mau memberikan mauidhah hasanah dalam acara halal bi halal kali ini. Menurutnya situasi ini sebagai media komunikasi dan silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan diantara kita, untuk menjalin suasana yang mesra dan harmonis. "Untuk itu kami berharap dengan halal bi halal ini kita saling merelakan dan memaafkan atas kesalahan dan kekeliruan diantara kita", harapnya.
Dalam menyampaikan mauidhah hasanah Dra. Hj. Munawarah Thawaf, M.Ag. menekankan untuk selalu melakukan introspeksi dan evaluasi atas perbuatan yang telah dilakukan. Manusia adalah makhluk yang tidak pernah terlepas dari salah dan lupa. Ia menyebutkan paling tidak ada 4 hal kekurangan yang dimiliki oleh manusia, yakni khatha (salah). Manusia tidak pernah lepas dari perbuatan salah, siapapun itu. Nisyan (lupa), sifat ini juga tidak mungkin tiada pada diri manusia. Naqis, kurang, sehebat apapun manusia ia pasti mempunyai kekurangan, dan ini tidak boleh kita pungkiri. Terakhir adalah dha'if, lemah. Manusia mempunyai sifat lemah. Disinilah perlunya saling membantu, menolong dan menghargai diantara sesama.
Munawarah menegaskan akan arti penting saling memaafkan diantara sesama. Menurutnya ada lima golongan orang yang dirindukan oleh syurga. Pertama, hati yang selalu taqwa (qalbun taqiyun). Orang yang memiliki hati taqwa akan bertindak dan berperilaku sesuai dengan petunjuk Allah. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktu dan hidupnya untuk kepentingan-kepentingan sesaat.
Kedua, wajhun malihun, wajah yang selalu manis, ceria dan senyum saat bertemu dengan orang lain. Kondisi orang yang seperti ini tentu akan mendapat respon yang baik bagi orang yang menjumpainya.
Ketiga, yadun sakhiyun, tangan yang selalu bersedekah. Orang yang dermawan dan "loman" selalu menggunakan dan mentasarufkan hartanya untuk kepentingan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan agama. Munawarah menyinggung "siapapun yang jadi rektor akan datang yang penting ia loman", tegasnya.
Keempat, lisanun fasihun, lesan yang berkata dengan jelas, baik dan benar. Yang ada dalam diri seseorang itu hanyalah perkataan-perkataan baik dan benar, sehingga yang keluar adalah kata-kata hikmah.
Kelima, hubbu shilati al-rahmi, orang yang cinta dengan silah al-rahim. Tidak memutus tali persaudaraan. Ia mempunyai komitmen untuk selalu menyambung tali persaudaraan.
"Jadilah salah satu diantara lima golongan tersebut, agar kita kelak dirindukan oleh syurga", himbau Munawarah.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home