Tuesday, July 25, 2006

Al-Tahsin wa al-Tafdlil li Ta'lim al-Lughati al-'Arabiyah


Pengembangan dan peningkatan kemampuan bahasa di kalangan dosen IAIN menjadi prioritas dan program unggulan Unit Pembinaan Bahasa (UBINSA) IAIN Walisongo. Salah satunya adalah dengan workshop yang diselenggarakan 24 Juli 2006 kemarin. Kegiatan yang akan berakhir pada 27 Juli ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Walisongo. Sekitar 30 orang dosen baru mendapat pelatihan dalam rangka pencerahan dan peningkatan kualitas penguasaan bahasa.
Dalam sambutannya ketua Ubinsa Dr. H. Suparman Syukur, M.A. menegaskan bahwa semua peserta berasal dari berbagai fakultas di lingkungan IAIN Walisongo baik yang berasal dari dosen murni mata kuliah bahasa maupun dari mata kuliah lain. "Yang jelas semuanya berjumlah 30 orang dengan tujuan mereka mampu menguasai bahasa, sehingga referensi dan studi pustaka yang dimiliki oleh para dosen kita lebih banyak dan berkuantitas", kata Suparman.
"Secara otomatis dengan kemampuan bahasa ini mereka akan meningkat penguasaan keilmuan sesuai dengan bidangnya masing-masing," imbuhnya.
Sementara itu Rektor IAIN Walisongo menghimbau kepada semua dosen agar mampu menguasai bahasa Arab ataupun Inggris. Jika tidak salah satu dari keduanya harus dimiliki oleh setiap dosen. "Keunggulan di IAIN yang akan diciptakan adalah bahasa. Jika tidak maka kita akan tertinggal dibanding dengan yang lain", katanya. Bahasa sangat urgen sekali, sehingga ia menjadi fokus utama untuk dilakukan pengembangan dan peningkatan agar dapat berkompetisi dengan dunia informasi dan telekomunikasi.
Seperti pepatah yang mengatakan bahwa "man 'arafa lughata qawmin salima min makrihim". Jika kita tidak ingin tertipu dengan orang lain maka kita harus mengerti dan mengetahui bahasa orang itu. Bagaimana kita akan mengetahui gerak gerik negara lain sementara kita tidak tahu bahasa negara itu. Selanjutnya acara dibuka dengan membaca basmalah bersama-sama yang dipimpin oleh Rektor.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home